Merencanakan lift rumah pada hunian split level membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan rumah bertingkat pada umumnya. Perbedaan elevasi pada setiap level membuat penentuan jumlah titik pemberhentian (stop) dan posisi pintu perlu disesuaikan sejak tahap perencanaan agar lift tetap nyaman digunakan sekaligus selaras dengan tata letak ruangan.

Selain mempertimbangkan kebutuhan penghuni, perencanaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi bangunan, sistem lift yang digunakan, serta proses instalasi secara keseluruhan. Dengan memahami hal-hal tersebut sejak awal, pemilihan konfigurasi lift dapat disesuaikan dengan karakter setiap hunian.
Kenapa Rumah Split Level Butuh Perlakuan Khusus
Rumah split level memiliki perbedaan ketinggian sekitar setengah tingkat atau umumnya berkisar 1,2 hingga 1,5 meter, dengan setiap level dihubungkan oleh tangga pendek. Konsep ini banyak diterapkan pada rumah di lahan terbatas maupun area berkontur.
Perbedaan elevasi tersebut membuat pemasangan lift memerlukan penyesuaian. Berbeda dengan lift konvensional yang membutuhkan shaft beton lurus dengan posisi pintu sejajar di setiap lantai, rumah split level memiliki bukaan pada ketinggian yang berbeda.
Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah lift dengan teknologi screw-drive. Sistem ini menggunakan shaft bawaan, tidak memerlukan ruang mesin terpisah, serta hanya membutuhkan pit yang relatif dangkal, sekitar 50–70 mm untuk tipe platform dan 100–120 mm untuk tipe kabin. Dengan karakteristik tersebut, proses instalasi menjadi lebih fleksibel.
Menentukan Jumlah Stop di Lift Rumah Split Level
Menentukan jumlah stop sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah lantai, tetapi juga mempertimbangkan area yang benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Setelah itu, barulah konfigurasi tersebut disesuaikan dengan kondisi bangunan dan spesifikasi lift yang dipilih.
1. Petakan level yang dipakai harian
Tidak semua perbedaan elevasi perlu dilengkapi titik pemberhentian. Area seperti kamar tidur utama, ruang keluarga, dapur, dan area parkir umumnya menjadi prioritas karena paling sering digunakan. Sementara itu, ruang servis atau area yang jarang diakses biasanya masih dapat dijangkau melalui tangga pendek. Pada lift rumah Kalea, satu unit dapat dikonfigurasi hingga enam stop sesuai kebutuhan bangunan.
2. Cek total travel dan overhead
Selain jumlah stop, total travel dan kebutuhan ruang di bagian atas lift juga perlu diperhitungkan. Lift rumah ini memiliki travel maksimal 20 meter dengan kebutuhan headroom sekitar 2.250–2.500 mm. Pada rumah split level, batas tersebut umumnya masih mencukupi karena jarak antarlevel relatif pendek sehingga penambahan beberapa stop biasanya tidak menjadi kendala.
3. Perhitungkan konsekuensi biaya dan struktur
Setiap penambahan stop memerlukan pintu, landing, serta pekerjaan finishing pada level tersebut. Karena itu, sebaiknya hanya area yang benar-benar sering digunakan yang diberikan titik pemberhentian agar biaya instalasi tetap sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Penempatan Pintu: Sisi Mana yang Bisa Dipakai
Selain jumlah stop, posisi pintu juga perlu disesuaikan dengan tata letak ruangan di setiap level agar akses keluar-masuk lift tetap nyaman.
Pada lift rumah Kalea, tersedia empat sisi yang diberi kode A, B, C, dan D. Sisi D digunakan sebagai jalur screw dan guide rail sehingga pintu hanya dapat dipasang pada sisi A, B, atau C.

Fleksibilitas ini memudahkan penyesuaian pada rumah split level. Pintu dapat ditempatkan pada sisi yang berbeda di setiap level sesuai arah sirkulasi ruangan, sementara panel kontrol juga bisa diposisikan agar mudah dijangkau, termasuk oleh pengguna kursi roda.
Arah bukaan dan tinggi kusen
Kalea memakai desain pintu Glass Max dengan kode pengembangan Gemini Door. Arah engsel kiri atau kanan dapat disesuaikan saat instalasi, jadi perubahan denah setelah unit dipesan tidak berujung pemesanan pintu baru.
Tinggi kusen tersedia dalam tiga pilihan 2.320 mm sebagai standar, lalu 2.220 mm dan 2.120 mm sebagai opsi. Pilihan pintu rendah berguna pada level setengah yang plafonnya lebih pendek, kondisi yang sering ditemui di rumah split level.
Swing atau saloon

Pintu swing bekerja manual tanpa motor, sehingga risiko kerusakannya kecil dan ruang berdiri di dalam lift tetap maksimal. Pintu saloon memberi kesan lebih premium dan hemat ruang bukaan, dengan konsekuensi dua motor per pintu. Pada lift 4 stop, selisihnya nyata, konfigurasi swing memakai nol motor pintu, sementara saloon memakai delapan.
Dari sekian banyak survei rumah split level yang pernah saya tangani, momen yang paling menyenangkan biasanya terjadi di lokasi. Begitu denah bukaan pintu digambar ulang mengikuti orientasi tiap level, pemilik rumah sering langsung sadar bahwa lift bisa berhenti tepat di depan ruang yang mereka pakai setiap hari, tanpa mengubah tata ruang yang sudah mereka rancang bersama arsiteknya.
Kombinasi shaft kaca dengan pintu swing untuk rumah bertingkat setengah seperti ini memiliki perbedaan level, yang tadinya memecah pandangan justru terlihat menyatu ketika lift kacanya menembus beberapa elevasi sekaligus, dan hasil akhirnya terasa lapang dari hampir semua sudut ruang.
Struktur dan Titik Penyangga
Shaft Kalea berdiri sendiri, tetapi tetap butuh titik penyangga ke struktur bangunan. Untuk lift platform jaraknya 3-4 meter, untuk lift kabin 2-3 meter.
Pada lift rumah split level, dinding di sekitar unit kerap hanya setinggi setengah level. Solusinya memakai braket tambahan berupa U-bracket, T-bracket, atau H-frame agar titik penyangga tetap terpenuhi.
Untuk cut-out, ukurannya dihitung dari dimensi shaft ditambah 60 mm pada X30 atau 40 mm pada X50 dan X80, lalu ditambah 30 mm di sisi pintu. Semua cut-out di setiap level wajib segaris vertikal, dan pengecekannya memakai kombinasi unting-unting serta laser.
Memilih Ukuran dan Tipe
Tersedia 41 ukuran, dari 600 x 830 mm sampai 1.100 x 1.597 mm, dengan penambahan per 100 mm pada sisi panjang maupun lebar. Untuk townhouse dan ruko, ruang sekitar satu meter persegi sudah memadai.
Pemilihan tipenya mengikuti kondisi lokasi. X30 untuk shaft beton yang sudah ada, X50 sebagai platform dengan shaft kaca, X80 untuk kabin dengan shaft kaca, dan seri Antera bagi yang menginginkan generasi kelima dengan motor PMSM. Pilihan finishing dan warnanya kemudian disesuaikan dengan konsep lift rumah modern mewah Indonesia yang sedang Anda kejar.
Merancang lift rumah split level pada dasarnya adalah soal memetakan elevasi lebih dulu, lalu mencocokkannya dengan batas travel, titik penyangga, dan sisi bukaan yang tersedia. Survei lokasi sejak tahap desain arsitektur membuat semua angka itu jatuh pada tempatnya.
Artikel ini ditulis oleh Dery Firmansyah, Assistant Project Coordinator di Kalea Lift Indonesia.
Frequently Asked Questions
- Berapa jumlah stop maksimal untuk lift rumah split level?
Kalea mendukung sampai 6 stop dengan travel maksimal 20 meter dan overhead maksimal 4 meter.
- Apakah pintu bisa dipasang di lebih dari satu sisi?
Ya. Pintu dapat ditempatkan di sisi A, B, atau C. Sisi D dipakai untuk screw dan guiderail.
- Apakah beda level 1,2 meter tetap bisa diberi stop?
Ya, selama titik penyangga dan cut-out di level tersebut memenuhi syarat teknis.
- Berapa kedalaman pit yang dibutuhkan?
Platform 50-70 mm dan kabin 100-120 mm. tersedia juga opsi tanpa pit menggunakan ramp.









